Arsip Tag: Cobaqq.com Agen Judi Poker Online dan Bandar Domino Duit Asli Terpercaya

Cobaqq.com Agen Judi Poker Online dan Bandar Domino Duit Asli Terpercaya

Multikolinearitas adalah Cobaqq.com Agen Judi Poker Online dan Bandar Domino Duit Asli Terpercaya adanya hubungan linier yang sempurna atau pasti diantara variabel-variabel bebas yang terdapat dalam suatu model. Multikolinearitas di sini menunjukkan adanya derajat kolinearitas yang tinggi di antara variabel-variabel bebas. Adanya multikolinearitas mengakibatkan penaksir-penaksir kuadrat terkecil, menjadi tidak efisien.

Cobaqq.com Agen Judi Poker Online dan Bandar Domino Duit Asli Terpercaya

Cobaqq.com Agen Judi Poker Online dan Bandar Domino Duit Asli Terpercaya

Oleh karena itu, masalah multikolinearitas di anggap sebagai suatu kelemahan (black mark) yang mengurangi keyakinan dalam uji signifikansi konvensional terhadap penaksir-penaksir kuadrat terkecil. Gejala ini menunjukkan R2 hasil regresi model yang tinggi, tetapi sedikit atau bahkan tidak ada variabel bebas yang signifikan pada uji t-stat. Ciri yang paling mendukung penjelasan adanya gejala multikolinearitas dalam model adalah nilai koefisien korelasi yang besarnya lebih dari 0,8 dimana hal tersebut menunjukkan adanya multikolinearitas yang serius.

Autokorelasi adalah adanya korelasi diantara data observasi yang menggunakan data time series, dimana terdapat hubungan antara variabel residu atau disturbance yang menunjukkan  adanya siklus, Cobaqq.com Agen Judi Poker Online dan Bandar Domino Duit Asli Terpercaya sehingga variabel tidak bersifat acak lagi tetapi memiliki pola tertentu. Adanya autokorelasi akan menimbulkan masalah serius yang menyebabkan penaksiran yang diperoleh bias. Pengujian autokorelasi dilakukan dengan cara sebagai berikut:

Uji statistik Durbin-Watson digunakan untuk mendeteksi masalah autokorelasi (serial korelasi) dalam suatu model regresi linier. Autokorelasi adalah korelasi antara anggota serangkaian observasi yang diurutkan menurut waktu (seperti dalam data deretan waktu) atau ruang (seperti dalam data cross sectional) .

Cobaqq.com Agen Judi Poker Online dan Bandar Domino Duit Asli Terpercaya

1.    Data observasi dimulai pada suatu kondisi kelesuan sehingga ada data observasi selanjutnya yang menaik jelas dipengaruhi oleh data sebelumnya, sehingga ada kemungkinan terjadi sifat interdependensi antara data observasi tersebut.

2.    Tidak dimasukkannya variabel bebas tertentu yang sebetulnya turut mempengaruhi variabel tak bebas.

3.    Bentuk model yang tidak tepat.

4.    Fenomena Cobweb, terutama untuk penawaran produk pertanian dimana penawaran bereaksi terhadap harga dengan keterlambatan satu periode waktu.

5.    Keterlambatan (lag).

6.    Manipulasi data.

Akibat dari adanya autokorelasi :

1.    Varians residual akan diperoleh lebih Cobaqq.com Agen Judi Poker Online dan Bandar Domino Duit Asli Terpercaya rendah daripada semestinya sehingga mengakibatkan  R2 lebih tinggi dari seharusnya.

2.    Pengujian hipotesis dengan menggunakan t–statistik dan F–statistik akan menyesatkan.

Cara mendeteksi masalah ini adalah :

1.    Metode grafik, dengan memetakan residual terhadap waktu. Jika membentuk pola tertentu, maka dapat dikatakan terdapat autokorelasi dalam model, sebaliknya jika pola yang dihasilkan acak, tidak terdapat autokorelasi.

2.    Uji statistik Durbin-Watson, dengan membandingkan DW statistik yang diperoleh dari hasil regresi degan DW tabel, yang terdiri dari DW maksimum (DWU) dan DW minimum (DWL).

Jika hasil dari uji Durbin-Watson memberikan hasil yang tidak jelas, maka dilakukan run test terhadap persamaan tersebut. Cobaqq.com Agen Judi Poker Online dan Bandar Domino Duit Asli Terpercaya Uji run ini dilakukan untuk melihat ada atau tidaknya masalah serial korelasi atau autokorelasi dalam model, dengan melakukan perhitungan terhadap pergerakan (positif atau negarif) residual yang diperoleh dari selisih antara nilai aktual dari variabel dependent terhadap nilai estimasinya. Setelah diperoleh data residual, maka ditentukan jumlah nilai residual yang positif (N1), nilai residual negatif (N2), jumlah/banyaknya run atau perubahan nilai positif dan negatif residual (n) dan jumlah observasinya (N).

Dengan membandingkan nilai kritis berdasarkan tabel Swed, Fieda S. dan Eisenhart dengan banyaknya run, maka dapat ditentukan bahwa persamaan itu mengandung serial korelasi atau tidak.  Jika H0 diterima maka persamaan tersebut signifikan dalam menjelaskan tentang urutan residual dengan acak. Jika H0 ditolak, maka yang berlaku adalah hal sebaliknya.

Pengujian Durbin-h dilakukan karena dalam model persamaan yang akan dibentuk terdapat model regresif yang menggunakan lagged variable sebagai salah satu variabel bebas dalam model autoregresif. Penambahan lagged variabel  (AR1) ini dilakukan untuk meminimalkan autokorelasi. Nilai statistik Durbin-Watson (D-W) Cobaqq.com Agen Judi Poker Online dan Bandar Domino Duit Asli Terpercaya mungkin tidak dapat digunakan untuk mendeteksi autokorelasi yang ada dalam model karena nilai D-W yang terjadi dalam model autoregresif biasanya cenderung mendekati dua, yaitu nilai D-W yang diharapkan didalam suatu urutan yang benar-benar acak.

Indonesia sebagai salah satu negara berkembang membutuhkan pembentukan modal (investasi) yang besar untuk pembangunan di segala bidang kehidupan karena pembentukan modal merupakan faktor paling penting dan strategis di dalam proses pembangunan ekonomi, bahkan pembentukan modal disebut sebagai “kunci utama menuju pembangunan ekonomi”.

Menurut Jack Clark Francis , investasi adalah penanaman modal yang diharapkan dapat menghasilkan tambahan dana pada masa yang akan datang. Frank Reilly  mengatakan, investasi adalah komitmen satu dollar dalam satu periode tertentu, akan mampu memenuhi kebutuhan investor di masa yang akan datang dengan: (1) waktu dana tersebut akan digunakan, (2) tingkat inflasi yang terjadi, (3) ketidakpastian kondisi ekonomi di masa yang akan datang.

Berdasarkan definisi-definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa investasi merupakan suatu bentuk pengorbanan kekayaan di masa sekarang untuk mendapatkan keuntungan di masa depan dengan Cobaqq.com Agen Judi Poker Online dan Bandar Domino Duit Asli Terpercaya tingkat resiko tertentu.

Investasi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut:

1.    Investasi dalam bentuk aset riil (real assets)
Yaitu investasi dalam bentuk aktiva berwujud fisik, seperti emas, batu mulia dan sebagainya.

2.    Investasi dalam bentuk surat berharga/sekuritas (marketable securities financial assets)
Yaitu investasi dalam bentuk surat-surat berharga yang pada dasarnya merupakan klaim atas aktiva riil yang diawasi oleh suatu lembaga/perorangan tertentu.

Pemilikan aktiva finansial dalam rangka investasi pada sebuah institusi/perusahaan dapat dilakukan dengan dua cara:

1.    Investasi langsung (direct investing)
Diartikan sebagai suatu kepemilikan surat-surat berharga secara langsung dalam suatu institusi/perusahaan tertentu yang secara resmi telah di go public dengan tujuan mendapatkan tingkat keuntungan berupa deviden dan capital gain.

2.    Investasi tidak langsung (indirect investing)
Terjadi apabila suatu surat berharga yang dimiliki diperdagangkan kembali oleh perusahaan investasi yang berfungsi sebagai perantara. Kepemilikan aset secara tidak langsung dilakukan melalui lembaga-lembaga keuangan yang terdaftar, yang bertindak sebagai perantara. Cobaqq.com Agen Judi Poker Online dan Bandar Domino Duit Asli Terpercaya Dalam perannya sebagai investor tidak langsung, pedagang perantara mendapatkan deviden seperti halnya dalam investasi langsung serta capital gain atau hasil perdagangan portofolio yang dilakukannya.

Menurut Jack Clark Francis , resiko didefinisikan sebagai kesempatan/kemungkinan timbulnya kerugian (risk is the chance/probability of loss). Elton dan Gruber  mendefinisikan resiko sebagai potensi variasi dari hasil yang diharapkan di masa yang akan datang, sedangkan menurut Donald E. Fischer & Ronald J. Jordan , resiko artinya ketidakpastian dalam kemungkinan distribusi return.

Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa resiko investasi merupakan suatu kemungkinan yang terdiri dari berbagai faktor yang dapat menyebabkan tidak kembalinya dana yang diinvestasikan pada suatu instrumen investasi tertentu atau dengan kata lain, merupakan faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kerugian dalam suatu investasi.

Semua jenis investasi selalu punya resiko, tidak ada investasi yang bebas resiko, resiko selalu melekat pada tiap investasi besar atau kecil dan juga dapat dikatakan bahwa hasil yang tinggi resikonya juga tinggi sehingga diperlukan pemahaman atas resiko yang berkaitan dengan alternatif sarana investasi yang dapat terdiri dari resiko likuiditas, ketidakpastian hasil, kehilangan hasil, penurunan nilai investasi sampai resiko hilangnya modal investasi tersebut Cobaqq.com Agen Judi Poker Online dan Bandar Domino Duit Asli Terpercaya.